Voip adalah Voice Over Internet Protocol yaitu suatu teknologi komunikasi suara yang menggunakan jaringan internet sebagai mediumnya. Standar voip sangat banyak sekali seperti SIP, H.323, MGCP, RTP, OSP, dan lain sebagainya. Saat ini standar yang paling banyak digunakan di dunia adalah standar voip SIP.
Untuk menelpon teman, sodara, kerabat, rekan, dan sebagainya umumnya anda harus sama-sama menggunakan voip dengan provider voip yang sama. Namun tergantung providernya juga apakah sudah tergabung dengan server voip lainnya atau belum baik dalam dan luar negeri. Untuk telpon ke telepon rumah / pstn, ponsel hp, SLI dan sebagainya biasanya akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan pada provider voip masing-masing.
Gratis di sini maksudnya adalah anda tidak perlu mengeluarkan biaya atau uang sepeser pun pada penyedia jaringan voip. Yang anda perlu bayar hanya koneksi internet yang anda gunakan saja. Kalau anda gratis nebeng internet pada orang tua, kampus, kantor, teman, warnet, dll berarti anda 100% gratis dalam bervoip ria :)
- Syarat yang dibutuhkan untuk berkomunikasi telepon via voip :
1. Koneksi Internet
Saya rasa koneksi internet biasa seperti telkomnet instan sudah cukup.
2. Komputer PC / Laptop
Pastikan pada komputer anda ada sound driver untuk menerima dan mengirim suara. Biasanya sound driver standar yang terpasang di komputer anda sudah bisa. Anda tinggal memastikan ada mic dan speaker atau headphone yang ada miknya. Anda pun bisa menggunakan telepon khusus voip dengan colokan USB yang bisa anda dapatkan di toko-toko komputer kesayangan anda.
Coba test dengan software sound recorder yang ada pada komputer windows apakah sudah bisa merekam suara. Bila gagal berart ada masalah pada sound driver atau hardware / piranti keras yang anda gunakan.
3. Software / Piranti Lunak Khusus VOIP
Anda bisa mendownload program untuk berkomunikasi melalui voip. Ada banyak pilihan namun yang paling mudah penggunaan karena tidak membutuhkan banyak setting adalah VoMa apabila anda menggunakan provider VoiP Marsinah. X-Lite dan SJ Phone adalah software lain yang bisa anda gunakan dengan melakukan berbagai seting terlebih dahulu.
4. Registrasi Nomor Telepon pada Penyedia Layanan VOIP Gratis
Anda harus mendapatkan nomor telepon khusus untuk menghubungi dan dihubungi orang lain. Untuk Indonesia saya sarankan berkomunikasi pada penyedia voip gratis :
- Voip Marsinah / VoMa : http://voip.marsinah.com
- Voip Rakyat : http://www.voiprakyat.com
5. Pengetahuan Dasar Untuk Mengkonfigurasi 4 Hal di Atas
Bacalah petunjuk atau user guides pada penyedia layanan voip gratis yang anda gunakan. Setiap provider membutuhkan setingan konfigurasi masing-masing yang berbeda. Jika anda gagal berarti ada sesuatu yang salah pada setingan anda. Jika gagal berlanjut hubungi provider anda masing-masing untuk info lebih lanjut
Wahai teman-temanku, ulang-ulangi pelajaran, banyak mencoba, banyak membaca, banyak berlatih, telani satu persatu hal yang belum kamu pahami, hubungkan neuron-neuronmu, maka kecerdasan akan mengikutimu
Kamis, 23 Juni 2011
STAMINA JAGA BOSS
Seseorang pernah berkata kepada saya, bahwa membuat suatu perubahan atau peraturan baru lebih sulit dari pada menentangnya.
Stamina vs Resistansi
Kemampuan menciptakan solusi yang kreatif dan inovatif yang memecahkan suatu masalah sudah lama menjadi perhatian kita. Di perguruan tinggi terutama di jurusan bisnis dan management, kita di wajibkan membaca studi studi kasus untuk memupuk kemampuan memecahkan masalah.
Pencarian solusi seharusnya bukan hal sulit bagi kita. Yang membuat kita selalu tersandung adalah bahwa pimpinan tidak mempunyai stamina untuk terus menerus mengawasi pelaksanaan di tingkat operasional.
Kita bisa ambil contoh untuk kendaraan bermotor seharusnya mengambil lajur kiri. Memang kita menuruti peraturan itu tapi bila kita di awasi oleh polisi. Bila tidak ada polisi kita akan seenaknya saja memakai jalanan. Dan ini juga akibat tidak seimbanganya antara polisi dan pengendara motor. Sehingga masyarakat akan banyak yang melanggar.
Di dunia bisnis kendala yang di hadapi tidaklah beda. Dalam sebuah industri sering muncul ide-ide cemerlang untuk mengatasi masalah yang berlangsung lama. Ambillah e-procurement, konsepnya sangat menarik, yaitu pemanfaatan teknologi untuk memaksimalkan efisiensi. Yang biasanya menjadi faktor penghambat adalah pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan dari sistem pengadaan yang konvensional.
E-procurement lalu menjadi ajang tarik menarik antara pimpinan perusahaan yang mengiginkan kontrol, pengendalian biaya dan tranparansi yang lebih baik di satu pihak dan mereka yang menolaknya. Tidak jarang ide yang sebagus ini hanya menjadi ide karena pimpinan tidak punya cukup stamina.
Stamina untuk menerapkan aturan yang baru sangatlah di perlukan, terutama jika ada salah satu pihak yang di rugikan. Pimpinan dituntuk memiliki stamina yang luar biasa untuk kesuksesan perubahan. Sayangnya, stamina pemimpin jauh lebih sedikit di bandingkan yang menentangnya.
Ketika baru menduduki jabatanya, seorang presiden direktur biasanya begitu menggebu-gebu dengan berbagai sasaran muluk. Namun, dengan seiring waktu kegarangannya mulai meluntur. Akhirnya pihak yang resisten menang dan kembali kepada peraturan-peraturan lama.
Empat Prinsip Sukses
Pertama, kiata harus lebih menfokuskan pada eksploitasi aset dan kapabilitas yang sudah ada dan baru mengejar inovasi bila semuanya itu telah kita manfaatkan sepenuhnya. Kedua, kita tidak boleh melupakan kesalahan kita di masa lampau. Seperti pepatah yang mengatakan “jangan lah jatuh pada lubang yang sama”. Ketiga, kita harus berhati-hati dalam melakukan perubahan, karena “great companies” jarang melakukan perubahan yang radikal. Kecuali jika kita siap menanggung semua resikonya. Karena setiap perbuatan pasti ada resikonya. Prinsip keempat, yang tidak relevan pada pembawa perubahan adalah diversifikasi.
Tentu saja semua prinsip ini menjadi tidak penting jika yang di cari adalah keberhasilan jangka pendek. Dan celakanya, kita lebih sering terobsesi oleh sasaran-sasaran jangka pendek.
Stamina vs Resistansi
Kemampuan menciptakan solusi yang kreatif dan inovatif yang memecahkan suatu masalah sudah lama menjadi perhatian kita. Di perguruan tinggi terutama di jurusan bisnis dan management, kita di wajibkan membaca studi studi kasus untuk memupuk kemampuan memecahkan masalah.
Pencarian solusi seharusnya bukan hal sulit bagi kita. Yang membuat kita selalu tersandung adalah bahwa pimpinan tidak mempunyai stamina untuk terus menerus mengawasi pelaksanaan di tingkat operasional.
Kita bisa ambil contoh untuk kendaraan bermotor seharusnya mengambil lajur kiri. Memang kita menuruti peraturan itu tapi bila kita di awasi oleh polisi. Bila tidak ada polisi kita akan seenaknya saja memakai jalanan. Dan ini juga akibat tidak seimbanganya antara polisi dan pengendara motor. Sehingga masyarakat akan banyak yang melanggar.
Di dunia bisnis kendala yang di hadapi tidaklah beda. Dalam sebuah industri sering muncul ide-ide cemerlang untuk mengatasi masalah yang berlangsung lama. Ambillah e-procurement, konsepnya sangat menarik, yaitu pemanfaatan teknologi untuk memaksimalkan efisiensi. Yang biasanya menjadi faktor penghambat adalah pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan dari sistem pengadaan yang konvensional.
E-procurement lalu menjadi ajang tarik menarik antara pimpinan perusahaan yang mengiginkan kontrol, pengendalian biaya dan tranparansi yang lebih baik di satu pihak dan mereka yang menolaknya. Tidak jarang ide yang sebagus ini hanya menjadi ide karena pimpinan tidak punya cukup stamina.
Stamina untuk menerapkan aturan yang baru sangatlah di perlukan, terutama jika ada salah satu pihak yang di rugikan. Pimpinan dituntuk memiliki stamina yang luar biasa untuk kesuksesan perubahan. Sayangnya, stamina pemimpin jauh lebih sedikit di bandingkan yang menentangnya.
Ketika baru menduduki jabatanya, seorang presiden direktur biasanya begitu menggebu-gebu dengan berbagai sasaran muluk. Namun, dengan seiring waktu kegarangannya mulai meluntur. Akhirnya pihak yang resisten menang dan kembali kepada peraturan-peraturan lama.
Empat Prinsip Sukses
Pertama, kiata harus lebih menfokuskan pada eksploitasi aset dan kapabilitas yang sudah ada dan baru mengejar inovasi bila semuanya itu telah kita manfaatkan sepenuhnya. Kedua, kita tidak boleh melupakan kesalahan kita di masa lampau. Seperti pepatah yang mengatakan “jangan lah jatuh pada lubang yang sama”. Ketiga, kita harus berhati-hati dalam melakukan perubahan, karena “great companies” jarang melakukan perubahan yang radikal. Kecuali jika kita siap menanggung semua resikonya. Karena setiap perbuatan pasti ada resikonya. Prinsip keempat, yang tidak relevan pada pembawa perubahan adalah diversifikasi.
Tentu saja semua prinsip ini menjadi tidak penting jika yang di cari adalah keberhasilan jangka pendek. Dan celakanya, kita lebih sering terobsesi oleh sasaran-sasaran jangka pendek.
Selasa, 21 Juni 2011
Mengenal File dan Folder
Kadang para pengguna komputer yang masih pemula masih bingung dengan folder dan file untuk itu saya mencoba memberikan pengertian tentang file dan folder agar para sobatku bisa membedakan file dengan folder.
Bagi rekan yang sudah sering menggunakan komputer sudah tentu tidak asing lagi dengan file dan folder tapi bagaimana dengan para sobat yang masih pemula, tak terkecuali para pengguna komputer yang sudah lama sekali pun masih ada yang tidak bisa membedakan file dan folder. Sebagai contoh nyata ni sobat ya.... pernah saya dipanggil untuk memperbaiki komputer sesorang yang tidak mungkin saya sebutkan namanya di sini. karena komputernya terserang virus yang cukup serius sehingga menyebabkan file sistem windowsnya rusak, sudah saya coba repair tapi tetap saja tidak jalan juga, pada akhirnya saya putuskan untuk install ulang total dengan terlebih dahulu mem-format hard disknya agar virus pun ikut lenyap.
Sebagai tindakan penyelamatan tentu saya menanyakan lokasi file-file yang harus saya backup terlebih dahulu untuk mempermudah mencari file data yang penting. Namun kira-kira apa jawaban orang ini untuk saya, sobat tau....ternyata jawaban yang sangat tidak saya harapkan yaitu "saya biasanya ketik langsung simpan".
Setelah mendapat jawaban seperti ini tentu bagaimana kira-kira yang bergelayut di pikar sobat.....dipikaran saya setelah mendapatkan jawaban seperti itu rasanya data beliau tersimpan tentunya di dalam folder My Documents karena secara default semua documents di arahkan oleh windows untuk menyimpan di dalam folder my documents.
Ternyata........... setelah saya membuka folder my documents hanya berisikan folder standar dari windows dan data yang di maksudpun tidak ada sama sekali.
Dari situ saya beranggapan bahwa beliau ini belum mengenal file ataupun folder. Untuk membuktikannya saya mencoba menanyakan langsung kepada beliau setelah saya mebuka windows explorer. Setelah itu saya menanyakan kepada beliau bahwa dimana bapak biasa menyimpan data, apakah di drive C:\> atau D:\> eh malah jawabnnya drive itu apa..... wah ini ma tambah suah ya sobat muda....wah mending kita langsung aja dech bagaimana mengenal file dan folder.
File yaitu kumpulan data-data baik berupa teks, angka, gambar, video, slide, program dan lain-lain yang diberi nama tertentu secara digital, sedangkan folder adalah tempat untuk menyimpan file.
Analoginya misalkan surat-surat keluar yang sudah di kemas dalam satu map yang pada label mapnya bertuliskan "Surat Keluar".
Nah sekarang yang mana yang di sebut sebagai file, yang disebut sebagai file adalah map dan isi didalam map itu sendiri sedangkan folder adalah "laci" dari sebua meja kerja.
Sedangkan meja itu sendiri di sebut juga dengan hard disk, jadi :
Meja = Hard Disk
Laci = Directory/folder
Map = File
Nama file secara digital baisanya terdiri dari 2 (dua) bagian penting yaitu nama file utama dan nama perluasannya. Nama perluasannya itu biasanya diberikan secara langsung oleh aplikasi atau program itu sendiri dalam pembuatan dokumen itu.
Misalkan nama filenya adlah : "suratkeluar.doc", di sini yang di sebut nama file utama adalah "suratkeluar" sedangkan "doc" adalah nama perluasannya yang diperoleh secara otomatis dari aplikasi microsoft office. Jadi tugas kita hanya menamakan nama file utamanya saja sedangkan nama perluasannya biarkan komputer yang secara otomatis menambahkan ke file utama kita.
Sebagai contoh pengenalan nama file serta aplikasi atau proigram apa file ini di buat maka perhatikan beberapa contoh file berikut ini :
surat.doc, file Microsoft Word
tabel.exl, file Microsoft Exel
logo.cdr, file corel draw
presentasi.ppt, file Microsoft PowerPoint
gambar.bmp, file Paint atau Photoshop
dll
Bagaimana dengan folder ?, nah folder seperti sudah saya analogikan di atas bahwa folder adalah tempat penyimpanan file-file. Jadi sebaiknya folder folder ini juga di berikan sebuah nama yang identik dengan isi dari folder itu sendiri, misalnya folder untuk surat-surat sebaiknya di berikan nama "surat" ini dimaksud agar membantu kita dalam mempermudah untu menemukan data.
Langganan:
Postingan (Atom)